radiomahkota.com
28/08/2019 | Radio Mahkota | Dibaca : 26 pembaca

India Akan Larang Vape, Pelanggarnya Dihukum 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 19 Juta

India Akan Larang Vape, Pelanggarnya Dihukum 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 19 Juta

 

Meski dianggap lebih aman, vape tetap kontroversial (Foto: iStock)Meski dianggap lebih aman, vape tetap kontroversial (Foto: iStock)

Jakarta - Kementerian Kesehatan India telah mengusulkan larangan produksi dan impor vape atau rokok elektrik. Menurut dokumen yang dilihat oleh Reuters, Kementerian pun telah mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang demi kepentingan umum.

Dengan kata lain, peraturan ini dibuat untuk memastikan vape tidak menjadi 'epidemi' di kalangan anak-anak, remaja, atau dewasa.

 

"Rokok elektrik dan teknologi serupa yang mendorong penggunaan tembakau berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Berbahaya bagi pengguna aktif maupun pasif," tulis Kementerian Kesehatan India dalam catatan internal, dikutip dari Reuters.

Pejabat kesehatan mengusulkan hukuman penjara hingga tiga tahun dengan denda 500.000 rupee atau Rp. 100 juta untuk pelanggar berulang, menurut rancangan perintah eksekutif. Sementara pelanggar pertama kali akan menghadapi hukuman penjara hingga satu tahun dan denda 100.000 rupee atau Rp. 19 juta.

Perintah semacam itu biasanya dikeluarkan oleh pemerintahan India sebagai tindakan darurat. Rancangan ini bisa saja luntur ketika anggota parlemen sidang menolak di sesi selanjutnya. Sidang rancangan undang-undang ini kemungkinan besar akan diselenggarakan pada November mendatang.



Banyak aktivis pengontrol tembakau menentang vape, mengatakan mereka dapat menyebabkan kecanduan nikotin dan mendorong orang untuk mengkonsumsi tembakau.

"Ada bukti bahwa produk-produk ini adalah pintu gerbang ke produk-produk tembakau dan mendorong remaja dan dewasa muda untuk menggunakan nikotin yang mengarah pada kecanduan," kata kementerian kesehatan dalam dokumen itu.

India memiliki 106 juta perokok dewasa, lebih dari 900.000 orang meninggal setiap tahun di negara itu karena penyakit yang berkaitan dengan tembakau.

Enam belas pemerintah di negara bagian India telah melarang vape tetapi belum ada undang-undang federal untuk menangani apa yang oleh kementerian kesehatan sebut sebagai 'produk berbahaya'.

Kementerian kesehatan India pun berpendapat bahwa rokok elektrik juga dapat digunakan sebagai alat pengiriman untuk zat lain seperti ganja, dan dapat mempromosikan penggunaan ganda dengan rokok konvensional.

Top Program

MAHKOTA REFRESH

Jadwal : SENIN - JUMAT

Durasi : 2x60 Menit

WEEKLY TOP 20

Jadwal : SETIAP SABTU, JAM 18.00

Durasi : 2x60 MENIT

MAHKOTA PAGI

Jadwal : SETIAP HARI, JAM 06.30 – 07.00

Durasi : 1,5x60 MENIT

SORE ASYIK (LIVE DJ PERFORMANCE)

Jadwal : SENIN – JUM’AT JAM 15.00 – 17.00

Durasi : 2x60 Menit

MAHKOTA MUSIK PARTY (MMP)

Jadwal : MALAM MINGGU, JAM 8 MALAM

Durasi : 4x60 Menit

MAHKOTA EKSPRESI

Jadwal : SETIAP HARI, JAM 7 MALAM

Durasi : 2x60 Menit

Kalender Kegiatan
September 2019
Mon
26
Tue
27
Wed
28
Thu
29
Fri
30
Sat
31
Sun
1
Mon
2
Tue
3
Wed
4
Thu
5
Fri
6
Sat
7
Sun
8
Mon
9
Tue
10
Wed
11
Thu
12
Fri
13
Sat
14
Sun
15
Mon
16
Tue
17
Wed
18
Thu
19
Fri
20
Sat
21
Sun
22
Mon
23
Tue
24
Wed
25
Thu
26
Fri
27
Sat
28
Sun
29
Mon
30
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun
©2014 - www.radiomahkota.com
All rights reserved