radiomahkota.com
16/07/2019 | Radio Mahkota | Dibaca : 38 pembaca

Drama Masuk Sekolah, Rebutan Kursi hingga Berangkat Subuh Antar Anak

Drama Masuk Sekolah, Rebutan Kursi hingga Berangkat Subuh Antar Anak

 

Beberapa orang tua menemani anak di hari pertama sekolah. (Foto: Agung Pambudhy)
Beberapa orang tua menemani anak di hari pertama sekolah. (Foto: Agung Pambudhy)

Jakarta - Tahun ajaran baru dimulai pada hari ini, Senin (15/7). Ada banyak fenomena yang mewarnai hari pertama sekolah mulai dari bangku SD hingga SMA di berbagai belahan provinsi di Indonesia.

Misalnya ratusan siswa SMP di Makassar yang berlarian masuk kelas untuk berebut bangku. Beberapa ditemani orang tuanya agar mendapat kursi dan kelas yang diinginkan. Bahkan, sebagian orang tua lain telah berada di ruangan kelas agar anaknya bisa duduk di bagian depan.

Beda lagi dengan para orang tua di Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya, yang rela sejak subuh datang ke sekolah agar anak mereka duduk di bangku barisan paling depan. Terlihat juga beberapa anak enggan sampai menangis ditinggal orang tuanya saat bel masuk sekolah berbunyi.

 

Psikolog pendidikan Nabila Dian Nirmala, SPsi, MPsi menyoroti soal mentalitas orang tua pada fenomena tersebut. Hal ini disebabkan mentalitas kita yang tumbuh karena takut gagal dan ingin selalu berhasil.


"Jadi kalau kita bicara soal motivasi, itu ada dua: motivasi untuk berhasil atau motivasi untuk tidak gagal. Nah kita ini lebih banyak termotivasi oleh 'kalo bisa gue jangan gagal deh', alih-alih kita mengupayakan untuk 'yuk kita supaya berhasil kita harus gimana ya?'" katanya kepada detikHealth, Senin (15/7/2019).

Ia mencontohkan fenomena rebutan bangku, yang mungkin dimotivasi oleh keinginan tidak mau anak gagal. Kepercayaan ini sering beredar di antara orangtua, bahwa anak yang duduk di belakang kemungkinan besar akan gagal.

Namun ia juga menegaskan soal ini bukan sepenuhnya salah orangtua. Ada peranan dari sistem sekolah dan guru-guru yang mungkin kurang suportif terhadap cara belajar masing-masing anak di manapun mereka duduk.

Oleh karena itu, Dian menyebut orangtua sebaiknya pelan-pelan bergerak dari motivasi takut gagal menjadi bagaimana sang anak bisa berhasil. Mau sang anak duduk di belakang atau depan, terima dengan legowo dan mulai berpikir mengajak anak untuk berhasil.

"Karena kepanikan atau kecemasan orang tua ini pasti akan menurun ke anak. (Jadinya) mempengaruhi si anak belajarnya jadi penuh tekanan lah, 'Kalau aku duduk di belakang nanti aku bodoh'. Itu akan panjang banget rantainya nantinya," tandas Dian.

Top Program

MAHKOTA REFRESH

Jadwal : SENIN - JUMAT

Durasi : 2x60 Menit

WEEKLY TOP 20

Jadwal : SETIAP SABTU, JAM 18.00

Durasi : 2x60 MENIT

MAHKOTA PAGI

Jadwal : SETIAP HARI, JAM 06.30 – 07.00

Durasi : 1,5x60 MENIT

SORE ASYIK (LIVE DJ PERFORMANCE)

Jadwal : SENIN – JUM’AT JAM 15.00 – 17.00

Durasi : 2x60 Menit

MAHKOTA MUSIK PARTY (MMP)

Jadwal : MALAM MINGGU, JAM 8 MALAM

Durasi : 4x60 Menit

MAHKOTA EKSPRESI

Jadwal : SETIAP HARI, JAM 7 MALAM

Durasi : 2x60 Menit

Kalender Kegiatan
August 2019
Mon
29
Tue
30
Wed
31
Thu
1
Fri
2
Sat
3
Sun
4
Mon
5
Tue
6
Wed
7
Thu
8
Fri
9
Sat
10
Sun
11
Mon
12
Tue
13
Wed
14
Thu
15
Fri
16
Sat
17
Sun
18
Mon
19
Tue
20
Wed
21
Thu
22
Fri
23
Sat
24
Sun
25
Mon
26
Tue
27
Wed
28
Thu
29
Fri
30
Sat
31
Sun
©2014 - www.radiomahkota.com
All rights reserved