radiomahkota.com
16/05/2018 | Mahkota | Dibaca : 59 pembaca

5 Fakta Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Nomor 4 Mengejutkan

SERANGAN teror bom bunuh diri terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Setidaknya ada 13 orang meninggal dunia dan 43 orang dikabarkan mengalami luka-luka akibat peristiwa ledakan yang terjadi di tiga gereja secara beruntun itu.

Isiden itu terjadi pada pagi hari Minggu 13 Mei 2018 di tiga gereja sekira pukul 06.00 hingga 08.00 WIB saat para jemaat mulai berdatangan untuk ibadah di gereja.

Berikut fakta-fakta di balik bom bunuh diri di Surabaya Jawa Timur:

1. Terjadi di Tiga Gereja secara Bersamaan

Ledakan bom itu terjadi di tiga gereja yakni di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Pantekosta Jalan Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro.

(Baca juga: )

2. Dua Anggota Polisi Jadi Korban

Akibat insiden ledakan itu, ada dua anggota polisi turut menjadi korban, keduanya yakni Aiptu Junaedi dan Aiptu Ahmad Nur Hadi. Kedua personel yang biasa berdinas di Polsek Gubeng itu menjadi korban saat mengamankan Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan kini dirawat di RSU dr. Soetomo.

 

3. Bocah Kakak Beradik Ikut Jadi Korban

Dari 13 korban jiwa akibat serangan bom bunuh diri itu ada dua yang masih balita, ia adalah Vincencius Evan (12) dan Nathan (9). Evan meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bedah Surabaya, berselang delapan jam kemudian, sang adik ikut menyusul kakak setelah sempat menjalani amputasi akibat pendarahan.

 

4. Pelaku Satu Keluarga

Polisi telah berhasil mengidentifikasi bahwa pelaku bom bunuh diri di Surabaya itu satu keluarga, di antaranya Dita Upriyanto dan istrinya Puji Kuswati, serta kedua anaknya berinisial FS berumur 12 tahun dan VR berusia 9 tahun.

(Baca juga: )

Mereka meledakkan diri menggunakan mobil Avanza di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Sebelumnya, Dita telah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI Diponegoro.

Ledakan di Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya juga terkait dengan keluarga tersebut, diduga dilakukan dua anak laki-laki Dita, yaitu Yusuf Fadil yang berumur 18 tahun dan FH 16 tahun, mereka dibekali bom yang diletakkan di pinggang.

 

5. Pelaku Jaringan ISIS

Kepala Jenderal HM Tito Karnavian memastikan para pelaku yang masih satu keluarga itu merupakan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), kelompok pendukung teroris di indonesia yang berafiliasi kepada ISIS.

 

(qlh)

Top Program

WEEKLY TOP 20

Jadwal : SETIAP SABTU, JAM 18.00

Durasi : 2x60 MENIT

MAHKOTA PAGI

Jadwal : SETIAP HARI, JAM 06.30 – 07.00

Durasi : 1,5x60 MENIT

SORE ASYIK (LIVE DJ PERFORMANCE)

Jadwal : SENIN – JUM’AT JAM 15.00 – 17.00

Durasi : 2x60 Menit

MAHKOTA MUSIK PARTY (MMP)

Jadwal : MALAM MINGGU, JAM 8 MALAM

Durasi : 4x60 Menit

MAHKOTA EKSPRESI

Jadwal : SETIAP HARI, JAM 7 MALAM

Durasi : 2x60 Menit

Kalender Kegiatan
September 2018
Mon
27
Tue
28
Wed
29
Thu
30
Fri
31
Sat
1
Sun
2
Mon
3
Tue
4
Wed
5
Thu
6
Fri
7
Sat
8
Sun
9
Mon
10
Tue
11
Wed
12
Thu
13
Fri
14
Sat
15
Sun
16
Mon
17
Tue
18
Wed
19
Thu
20
Fri
21
Sat
22
Sun
23
Mon
24
Tue
25
Wed
26
Thu
27
Fri
28
Sat
29
Sun
30
©2014 - www.radiomahkota.com
All rights reserved